{"id":776,"date":"2025-09-22T05:48:31","date_gmt":"2025-09-21T20:48:31","guid":{"rendered":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/"},"modified":"2025-09-22T05:48:31","modified_gmt":"2025-09-21T20:48:31","slug":"apa-saja-syarat-sah-nikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/","title":{"rendered":"Syarat Sah Nikah: Panduan Lengkap untuk Menikah Secara Resmi"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Apa saja syarat sah nikah?<\/strong> &#8211; Menikah merupakan perjalanan suci yang mengikat dua hati menjadi satu. Namun, sebelum melangkah ke altar, ada syarat-syarat penting yang harus dipenuhi untuk memastikan pernikahan Anda sah secara hukum. Dalam panduan ini, kita akan mengupas tuntas syarat sah nikah, baik umum maupun khusus, agar Anda dapat merancang hari istimewa yang sempurna dan tak terlupakan.<\/p>\n<p>Syarat-syarat ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut aspek penting seperti kesiapan mental dan kecocokan kedua belah pihak. Dengan memahami dan memenuhi syarat-syarat ini, Anda dapat memulai perjalanan pernikahan dengan landasan yang kuat dan penuh berkah. <\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Syarat_Umum_Pernikahan_Apa_Saja_Syarat_Sah_Nikah\" >Syarat Umum Pernikahan: Apa Saja Syarat Sah Nikah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Usia_Minimum\" >Usia Minimum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Tidak_Terikat_Pernikahan_Lain\" >Tidak Terikat Pernikahan Lain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Kesehatan_Mental\" >Kesehatan Mental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Tidak_Memiliki_Hubungan_Darah\" >Tidak Memiliki Hubungan Darah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Kehendak_Bebas\" >Kehendak Bebas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Tidak_Sedarah\" >Tidak Sedarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Tabel_Ringkasan_Syarat_Umum_Pernikahan\" >Tabel Ringkasan Syarat Umum Pernikahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Syarat_Khusus_Pernikahan\" >Syarat Khusus Pernikahan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Pernikahan_Beda_Agama\" >Pernikahan Beda Agama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Pernikahan_di_Bawah_Umur_Apa_saja_syarat_sah_nikah\" >Pernikahan di Bawah Umur, Apa saja syarat sah nikah?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Prosedur_Pendaftaran_dan_Pelaksanaan_Pernikahan\" >Prosedur Pendaftaran dan Pelaksanaan Pernikahan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Dokumen_yang_Diperlukan_untuk_Pendaftaran_Pernikahan\" >Dokumen yang Diperlukan untuk Pendaftaran Pernikahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Flowchart_Proses_Pendaftaran_dan_Pelaksanaan_Pernikahan\" >Flowchart Proses Pendaftaran dan Pelaksanaan Pernikahan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Simpulan_Akhir\" >Simpulan Akhir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/#Pertanyaan_Umum_FAQ\" >Pertanyaan Umum (FAQ)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Umum_Pernikahan_Apa_Saja_Syarat_Sah_Nikah\"><\/span>Syarat Umum Pernikahan: Apa Saja Syarat Sah Nikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-773\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/requirements-for-a-valid-marriage-l-4.jpg\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Apa saja syarat sah nikah?\" title=\"Marriage valid requirements voidable void bars definition presentation contract\" \/><\/p>\n<p>Pernikahan adalah ikatan sakral yang menyatukan dua individu dalam ikatan cinta dan komitmen. Untuk memastikan keabsahan dan kelanggengan pernikahan, hukum telah menetapkan syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh calon pengantin. <\/p>\n<p>Syarat umum ini meliputi: <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Usia_Minimum\"><\/span>Usia Minimum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin harus berusia minimal 18 tahun untuk menikah secara sah. Namun, dalam beberapa kasus, dispensasi dapat diberikan oleh pengadilan jika calon pengantin telah berusia 16 tahun dan memenuhi syarat tertentu. <\/p>\n<p>Saat mempersiapkan pernikahan, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: &#8220;Apa saja syarat sah nikah?&#8221;. Namun, di balik syarat-syarat itu, tersimpan makna yang lebih dalam. Pernikahan bukan sekadar ikatan legal, tetapi juga komitmen suci yang membawa kebahagiaan dan makna bagi hidup kita.<\/p>\n<p>Seperti yang diuraikan dalam artikel &#8221; <a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/mengapa-kita-harus-melakukan-pernikahan\/\">Mengapa kita harus melakukan pernikahan? <\/a>&#8220;, pernikahan memberikan kita rasa memiliki, dukungan, dan tujuan bersama. Dengan memenuhi syarat sah nikah, kita tidak hanya memastikan validitas pernikahan kita, tetapi juga memperkuat fondasi hubungan kita dan memulai perjalanan cinta yang abadi.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Terikat_Pernikahan_Lain\"><\/span>Tidak Terikat Pernikahan Lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin tidak boleh terikat dalam pernikahan lain yang masih sah. Pernikahan poligami atau poliandri tidak diakui di Indonesia. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesehatan_Mental\"><\/span>Kesehatan Mental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin harus dalam keadaan sehat mental dan mampu memberikan persetujuan untuk menikah. Individu dengan gangguan jiwa atau keterbelakangan mental tidak dapat menikah secara sah. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Memiliki_Hubungan_Darah\"><\/span>Tidak Memiliki Hubungan Darah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin tidak boleh memiliki hubungan darah yang dekat, seperti saudara kandung, orang tua, atau anak. Pernikahan antara kerabat dekat dapat menimbulkan masalah genetik dan etika. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kehendak_Bebas\"><\/span>Kehendak Bebas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin harus menikah dengan kehendak bebas tanpa paksaan atau tekanan dari pihak mana pun. Pernikahan yang dipaksakan dianggap tidak sah. <\/p>\n<p>Menikah merupakan ikatan suci yang mengikat dua insan dalam janji sehidup semati. Sebelum melangkah ke gerbang pernikahan, terdapat syarat-syarat sah nikah yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah adanya wali nikah yang sah. Namun, tak hanya soal syarat formal, pernikahan juga memerlukan pondasi yang kuat dari cinta dan kecocokan.<\/p>\n<p>Memilih pasangan yang tepat menjadi kunci kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga. Seperti yang diulas dalam artikel <a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/pentingnya-menikah-dengan-orang-yang-tepat\/\">Pentingnya Menikah dengan Orang yang Tepat? <\/a>, menikah dengan orang yang sehati dan sevisi akan memperkaya perjalanan pernikahan dengan kebahagiaan dan harmoni. Oleh karena itu, selain memenuhi syarat sah nikah, pastikan juga untuk memilih pasangan yang akan menjadi teman sehidup semati yang setia dan penuh kasih sayang.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Sedarah\"><\/span>Tidak Sedarah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon pengantin tidak boleh sedarah atau memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Pernikahan antara kerabat sedarah dapat meningkatkan risiko cacat genetik pada anak. <\/p>\n<p>Ketika hati berbisik ingin bersatu, syarat sah nikah harus dipenuhi agar ikatan suci terjalin sah. Tak hanya syarat-syarat administratif, rukun nikah yang berjumlah lima juga menjadi penentu keabsahan pernikahan. <a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/rukun-nikah-ada-5-apa-saja\/\">Rukun nikah ada 5 apa saja? <\/a>Pertanyaan ini seringkali muncul di benak calon mempelai.<\/p>\n<p>Dari ijab kabul hingga adanya saksi, setiap rukun memiliki makna mendalam dalam menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan yang sah. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Ringkasan_Syarat_Umum_Pernikahan\"><\/span>Tabel Ringkasan Syarat Umum Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<table border=\"1\">\n<tr>\n<th>Syarat<\/th>\n<th>Deskripsi<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Usia Minimum<\/td>\n<td>18 tahun, dengan dispensasi untuk usia 16 tahun dalam kasus tertentu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak Terikat Pernikahan Lain<\/td>\n<td>Tidak boleh menikah dengan orang lain yang masih sah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kesehatan Mental<\/td>\n<td>Harus dalam keadaan sehat mental dan mampu memberikan persetujuan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak Memiliki Hubungan Darah<\/td>\n<td>Tidak boleh memiliki hubungan darah yang dekat, seperti saudara kandung atau orang tua<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kehendak Bebas<\/td>\n<td>Harus menikah dengan kehendak bebas tanpa paksaan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak Sedarah<\/td>\n<td>Tidak boleh sedarah atau memiliki hubungan kekerabatan yang dekat<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Khusus_Pernikahan\"><\/span>Syarat Khusus Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-774\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Requirements-of-a-valid-marriage-1.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" alt=\"Apa saja syarat sah nikah?\" title=\"Marriage valid requirements india\" \/><\/p>\n<p>Selain syarat umum, terdapat juga syarat khusus yang berlaku untuk jenis pernikahan tertentu. Syarat ini ditetapkan untuk memastikan pernikahan yang sah dan sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pernikahan_Beda_Agama\"><\/span>Pernikahan Beda Agama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pernikahan beda agama diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Untuk melangsungkan pernikahan beda agama, calon pengantin harus memenuhi syarat berikut: <\/p>\n<ul>\n<li>Mendapatkan dispensasi dari Menteri Agama. <\/li>\n<li>Kedua calon pengantin harus menyatakan secara tertulis bahwa mereka akan menjalankan agama masing-masing dan tidak akan memaksa pasangannya untuk pindah agama. <\/li>\n<li>Pernikahan harus dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA) dan dicatat di Kantor Catatan Sipil. <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pernikahan_di_Bawah_Umur_Apa_saja_syarat_sah_nikah\"><\/span>Pernikahan di Bawah Umur, Apa saja syarat sah nikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juga mengatur tentang pernikahan di bawah umur. Pernikahan di bawah umur hanya dapat dilakukan dengan syarat: <\/p>\n<ul>\n<li>Mendapatkan dispensasi dari pengadilan. <\/li>\n<li>Kedua calon pengantin telah berusia minimal 16 tahun. <\/li>\n<li>Calon pengantin perempuan tidak sedang hamil. <\/li>\n<li>Pernikahan harus dicatat di KUA dan dicatat di Kantor Catatan Sipil. <\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prosedur_Pendaftaran_dan_Pelaksanaan_Pernikahan\"><\/span>Prosedur Pendaftaran dan Pelaksanaan Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah memenuhi syarat sah nikah, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan dan melaksanakan pernikahan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Indonesia. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dokumen_yang_Diperlukan_untuk_Pendaftaran_Pernikahan\"><\/span>Dokumen yang Diperlukan untuk Pendaftaran Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Kartu Tanda Penduduk (KTP) kedua calon mempelai <\/li>\n<li>Kartu Keluarga (KK) kedua calon mempelai <\/li>\n<li>Akta Kelahiran kedua calon mempelai <\/li>\n<li>Surat Keterangan Belum Menikah (SKBM) dari kelurahan\/desa asal <\/li>\n<li>Surat Persetujuan Orang Tua\/Wali bagi yang belum berusia 21 tahun <\/li>\n<li>Surat Izin dari Pengadilan Agama bagi yang pernah menikah dan bercerai <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flowchart_Proses_Pendaftaran_dan_Pelaksanaan_Pernikahan\"><\/span>Flowchart Proses Pendaftaran dan Pelaksanaan Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut ini adalah flowchart yang menggambarkan proses pendaftaran dan pelaksanaan pernikahan di Indonesia: <\/p>\n<pre>+-------------------------------------------------------+\n    |                                                       |\n    |                     Pendaftaran                       |\n    |                                                       |\n    +-------------------------------------------------------+\n            |                                          |\n            V                                          V\n    +-------------------------------------------------------+\n    |                                                       |\n    |                   Pemeriksaan Dokumen                 |\n    |                                                       |\n    +-------------------------------------------------------+\n            |                                          |\n            V                                          V\n    +-------------------------------------------------------+\n    |                                                       |\n    |                  Penerbitan Akta Nikah                 |\n    |                                                       |\n    +-------------------------------------------------------+\n            |                                          |\n            V                                          V\n    +-------------------------------------------------------+\n    |                                                       |\n    |                Pelaksanaan Akad Nikah                 |\n    |                                                       |\n    +-------------------------------------------------------+\n            |                                          |\n            V                                          V\n    +-------------------------------------------------------+\n    |                                                       |\n    |              Pencatatan Pernikahan ke KUA             |\n    |                                                       |\n    +-------------------------------------------------------+ <\/pre>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Simpulan_Akhir\"><\/span>Simpulan Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-775\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/requirements-for-a-valid-marriage-1.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" alt=\"Marriage requirements matrimony sacrament ppt powerpoint presentation\" title=\"Marriage requirements matrimony sacrament ppt powerpoint presentation\" \/> <\/p>\n<p>Memenuhi syarat sah nikah adalah langkah awal yang penting untuk membangun pernikahan yang langgeng dan harmonis.<\/p>\n<p>Dengan mempersiapkan diri secara matang, Anda dapat memastikan bahwa pernikahan Anda dilandasi oleh cinta, komitmen, dan ketaatan hukum. Ingatlah, syarat-syarat ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga menjadi panduan untuk perjalanan hidup baru yang penuh kebahagiaan dan cinta. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_Umum_FAQ\"><\/span>Pertanyaan Umum (FAQ)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apakah syarat usia untuk menikah?<\/strong><\/p>\n<p>Secara umum, usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun. Namun, ada pengecualian untuk usia yang lebih muda dengan izin dari orang tua atau pengadilan. <\/p>\n<p><strong>Apakah diperlukan persetujuan orang tua untuk menikah?<\/strong><\/p>\n<p>Untuk calon pengantin yang belum berusia 21 tahun, diperlukan persetujuan dari orang tua atau wali yang sah. <\/p>\n<p><strong>Apa saja dokumen yang diperlukan untuk mendaftarkan pernikahan?<\/strong><\/p>\n<p>Dokumen yang diperlukan antara lain: KTP, akta kelahiran, surat keterangan belum menikah, dan surat izin orang tua (jika diperlukan). <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja syarat sah nikah? &#8211; Menikah merupakan perjalanan suci yang mengikat dua hati menjadi satu. Namun, sebelum melangkah ke <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-sah-nikah\/\" title=\"Syarat Sah Nikah: Panduan Lengkap untuk Menikah Secara Resmi\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":775,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[16,214,2,98,17],"class_list":["post-776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pernikahan","tag-hukum-nikah","tag-panduan-nikah","tag-pernikahan","tag-pernikahan-sah","tag-syarat-nikah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=776"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3306,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/776\/revisions\/3306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}