{"id":497,"date":"2025-08-21T14:53:19","date_gmt":"2025-08-21T05:53:19","guid":{"rendered":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/"},"modified":"2025-08-21T14:53:19","modified_gmt":"2025-08-21T05:53:19","slug":"apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/","title":{"rendered":"Syarat Penting Wali Nikah: Panduan Lengkap untuk Pernikahan yang Sah"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah?<\/strong> &#8211; Menikah adalah momen sakral yang menandai babak baru dalam kehidupan. Untuk memastikan pernikahan yang sah dan diberkati, kehadiran wali nikah sangat penting. Namun, tidak semua orang dapat menjadi wali nikah. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk menjamin kelancaran dan keabsahan prosesi pernikahan.<\/p>\n<p>Dalam panduan ini, kita akan mengupas tuntas syarat-syarat yang harus diperhatikan wali nikah. Dari persyaratan umum hingga khusus, kita akan membahasnya secara mendalam agar Anda dapat memahami dengan jelas peran penting wali nikah dalam pernikahan. <\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Persyaratan_Umum_Wali_Nikah_Apa_Saja_Syarat_Yang_Harus_Diperhatikan_Wali_Nikah\" >Persyaratan Umum Wali Nikah: Apa Saja Syarat Yang Harus Diperhatikan Wali Nikah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Jenis_Kelamin\" >Jenis Kelamin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Hubungan_dengan_Calon_Mempelai\" >Hubungan dengan Calon Mempelai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Agama\" >Agama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Contoh_Wali_Nikah_yang_Memenuhi_Persyaratan_Umum_Apa_saja_syarat_yang_harus_diperhatikan_wali_nikah\" >Contoh Wali Nikah yang Memenuhi Persyaratan Umum, Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Pengecualian_atau_Kondisi_Khusus\" >Pengecualian atau Kondisi Khusus<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#2_Persyaratan_Khusus_untuk_Wali_Nikah_Ayah_dan_Kakek\" >2. Persyaratan Khusus untuk Wali Nikah Ayah dan Kakek<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Ayah\" >Persyaratan untuk Wali Nikah Ayah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Kakek\" >Persyaratan untuk Wali Nikah Kakek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Jika_Wali_Nikah_Ayah_atau_Kakek_Tidak_Memenuhi_Persyaratan\" >Jika Wali Nikah Ayah atau Kakek Tidak Memenuhi Persyaratan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Hakim\" >Persyaratan untuk Wali Nikah Hakim<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Prosedur_Pengajuan_Permohonan_Wali_Nikah_Hakim\" >Prosedur Pengajuan Permohonan Wali Nikah Hakim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Dokumen-dokumen_yang_Diperlukan\" >Dokumen-dokumen yang Diperlukan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Penutupan\" >Penutupan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/#Jawaban_yang_Berguna\" >Jawaban yang Berguna<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_Umum_Wali_Nikah_Apa_Saja_Syarat_Yang_Harus_Diperhatikan_Wali_Nikah\"><\/span>Persyaratan Umum Wali Nikah: Apa Saja Syarat Yang Harus Diperhatikan Wali Nikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-493\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/requirements-of-marriage-l-2.jpg\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah?\" title=\"Sacraments service marriage ppt powerpoint presentation\" \/><\/p>\n<p>Wali nikah memegang peran penting dalam pernikahan Islam. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan pernikahan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam dan melindungi hak-hak calon mempelai. Berikut adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh wali nikah: <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Kelamin\"><\/span>Jenis Kelamin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wali nikah harus laki-laki, karena dalam Islam laki-laki dianggap sebagai pemimpin dalam keluarga. <\/p>\n<p>Menjadi wali nikah, ada syarat penting yang harus diperhatikan. Tak hanya sekadar hadir, ia juga harus memenuhi kriteria tertentu. Pasalnya, wali nikah memegang peranan krusial dalam keabsahan akad nikah. Jika syaratnya tidak terpenuhi, akad nikah bisa menjadi tidak sah. Nah, untuk memastikan akad nikah yang benar menurut syariat Islam, penting untuk mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh wali nikah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/akad-nikah-yang-benar-menurut-syariat-islam\/\">Akad nikah yang benar menurut syariat Islam <\/a>mengharuskan wali nikah untuk memenuhi syarat-syarat tersebut agar akad nikah yang dilakukan menjadi sah dan berkah. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hubungan_dengan_Calon_Mempelai\"><\/span>Hubungan dengan Calon Mempelai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wali nikah harus memiliki hubungan darah atau perwalian dengan calon mempelai wanita. Ayah, kakek dari pihak ayah, dan saudara laki-laki adalah wali nikah yang paling umum. <\/p>\n<p>Menikah merupakan ikatan suci yang mengikat dua insan dalam jalinan kasih sayang. Namun, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh wali nikah. Salah satunya adalah tujuan nikah. Mengapa kita menikah? Apakah sekadar untuk memenuhi kebutuhan biologis atau ada tujuan yang lebih mulia?<\/p>\n<p>Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami <a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/jawaban-apa-tujuan-nikah\/\">tujuan nikah<\/a>. Dengan memahami tujuan nikah, kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menjalani bahtera rumah tangga yang harmonis dan langgeng. Dengan demikian, syarat wali nikah yang harus diperhatikan dapat dipenuhi secara utuh, sehingga pernikahan dapat terlaksana dengan khidmat dan penuh makna.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Agama\"><\/span>Agama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Wali nikah harus beragama Islam dan berakal sehat. <\/p>\n<p>Syarat-syarat wali nikah penting diperhatikan, sebab pernikahan adalah sebuah ikatan suci. Namun, di tengah kesibukan mempersiapkan pernikahan, kita terkadang melupakan esensi sejati dari pernikahan. Apakah menikah itu wajib atau tidak? <a href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/menikah-itu-wajib-atau-tidak\/\">Menikah itu wajib atau tidak? <\/a>Pertanyaan ini sering mengusik pikiran.<\/p>\n<p>Namun, kembali ke topik awal, syarat-syarat wali nikah harus dipenuhi dengan saksama, agar pernikahan yang kita jalin sesuai dengan tuntunan agama dan hukum. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Wali_Nikah_yang_Memenuhi_Persyaratan_Umum_Apa_saja_syarat_yang_harus_diperhatikan_wali_nikah\"><\/span>Contoh Wali Nikah yang Memenuhi Persyaratan Umum, Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Ayah kandung calon mempelai wanita <\/li>\n<li>Kakek dari pihak ayah calon mempelai wanita <\/li>\n<li>Saudara laki-laki kandung calon mempelai wanita <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengecualian_atau_Kondisi_Khusus\"><\/span>Pengecualian atau Kondisi Khusus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam beberapa kasus, wali nikah yang ditunjuk tidak dapat menjalankan tugasnya karena alasan tertentu, seperti: <\/p>\n<ul>\n<li>Wali nikah tidak dapat ditemukan atau tidak diketahui <\/li>\n<li>Wali nikah tidak berakal sehat atau sakit jiwa <\/li>\n<li>Wali nikah tidak dapat hadir secara fisik <\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam situasi seperti ini, hakim pengadilan agama dapat bertindak sebagai wali nikah untuk memastikan pernikahan dapat dilangsungkan sesuai dengan ajaran Islam. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Persyaratan_Khusus_untuk_Wali_Nikah_Ayah_dan_Kakek\"><\/span>2. Persyaratan Khusus untuk Wali Nikah Ayah dan Kakek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-494\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/what-is-guardianship-l.jpg\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Customary pexels act\" title=\"Customary pexels act\" \/><\/p>\n<p>Dalam pernikahan Islam, peran wali nikah sangat penting. Wali nikah adalah pihak yang berwenang menikahkan seorang perempuan. Persyaratan khusus berlaku bagi wali nikah ayah dan kakek, yang akan dibahas dalam bagian ini. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Ayah\"><\/span>Persyaratan untuk Wali Nikah Ayah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayah sebagai wali nikah harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu: <\/p>\n<ul>\n<li>Beragama Islam dan berakal sehat <\/li>\n<li>Tidak sedang ihram haji atau umrah <\/li>\n<li>Tidak dalam keadaan mabuk atau terpengaruh obat-obatan <\/li>\n<li>Tidak sedang berhadas besar <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Kakek\"><\/span>Persyaratan untuk Wali Nikah Kakek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika ayah tidak memenuhi persyaratan sebagai wali nikah, maka kakek dari pihak ayah berhak menjadi wali nikah. Persyaratan khusus untuk wali nikah kakek meliputi: <\/p>\n<ul>\n<li>Beragama Islam dan berakal sehat <\/li>\n<li>Tidak sedang ihram haji atau umrah <\/li>\n<li>Tidak dalam keadaan mabuk atau terpengaruh obat-obatan <\/li>\n<li>Tidak sedang berhadas besar <\/li>\n<li>Ayah dari pihak perempuan sudah meninggal dunia <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jika_Wali_Nikah_Ayah_atau_Kakek_Tidak_Memenuhi_Persyaratan\"><\/span>Jika Wali Nikah Ayah atau Kakek Tidak Memenuhi Persyaratan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika baik ayah maupun kakek tidak memenuhi persyaratan sebagai wali nikah, maka dapat dicari wali hakim. Wali hakim adalah pejabat pemerintah yang berwenang menikahkan seseorang jika tidak ada wali nasab yang memenuhi syarat. <\/p>\n<p>Proses penunjukan wali hakim melibatkan pengajuan permohonan ke Pengadilan Agama setempat. Setelah permohonan disetujui, pengadilan akan menunjuk seorang wali hakim untuk menikahkan perempuan tersebut. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_untuk_Wali_Nikah_Hakim\"><\/span>Persyaratan untuk Wali Nikah Hakim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-495\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/requirements-of-marriage-n.jpg\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Option chapter ppt powerpoint presentation family marriage\" title=\"Option chapter ppt powerpoint presentation family marriage\" \/><\/p>\n<p>Hakim dapat bertindak sebagai wali nikah dalam kondisi tertentu. Untuk memenuhi syarat, hakim harus memenuhi persyaratan berikut: <\/p>\n<p>Hakim harus memiliki yurisdiksi atas pernikahan yang akan dilaksanakan. <\/p>\n<p>Hakim harus memiliki wewenang untuk melaksanakan pernikahan sesuai dengan hukum yang berlaku di wilayah tersebut. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prosedur_Pengajuan_Permohonan_Wali_Nikah_Hakim\"><\/span>Prosedur Pengajuan Permohonan Wali Nikah Hakim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk mengajukan permohonan wali nikah hakim, pasangan harus mengikuti prosedur berikut: <\/p>\n<ol>\n<li>Mengajukan formulir permohonan ke pengadilan tempat pernikahan akan dilaksanakan.<\/li>\n<li>Membayar biaya permohonan.<\/li>\n<li>Menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti bukti identitas, akta kelahiran, dan surat keterangan belum menikah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dokumen-dokumen_yang_Diperlukan\"><\/span>Dokumen-dokumen yang Diperlukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permohonan wali nikah hakim antara lain: <\/p>\n<ul>\n<li>Formulir permohonan wali nikah hakim <\/li>\n<li>Bukti identitas (KTP atau paspor) <\/li>\n<li>Akta kelahiran <\/li>\n<li>Surat keterangan belum menikah <\/li>\n<li>Dokumen tambahan yang mungkin diperlukan oleh pengadilan <\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah permohonan disetujui, hakim akan memberikan surat izin menikah kepada pasangan. Surat izin menikah ini harus dibawa pada saat pelaksanaan pernikahan. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutupan\"><\/span>Penutupan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-496\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/b0f5ea0efbc0e4898cad068bae6a0202383ee6e4.jpg\" width=\"700\" height=\"700\" alt=\"Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah?\" title=\"Guardianship probate ppt\" srcset=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/b0f5ea0efbc0e4898cad068bae6a0202383ee6e4.jpg 700w, https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/b0f5ea0efbc0e4898cad068bae6a0202383ee6e4-60x60.jpg 60w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Memenuhi syarat-syarat wali nikah bukan hanya sekedar formalitas, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang menjamin keabsahan dan keberkahan pernikahan. Dengan memahami dan memenuhi persyaratan tersebut, Anda telah mengambil langkah awal yang penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan diberkati.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jawaban_yang_Berguna\"><\/span>Jawaban yang Berguna<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apakah perempuan dapat menjadi wali nikah?<\/strong><\/p>\n<p>Secara umum, perempuan tidak dapat menjadi wali nikah kecuali dalam kondisi tertentu, seperti ketika tidak ada wali laki-laki yang memenuhi syarat. <\/p>\n<p><strong>Apakah wali nikah harus beragama Islam?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, dalam pernikahan Islam, wali nikah harus beragama Islam. <\/p>\n<p><strong>Bagaimana jika wali nikah tidak memenuhi syarat?<\/strong><\/p>\n<p>Jika wali nikah tidak memenuhi syarat, dapat mengajukan permohonan dispensasi ke pengadilan agama. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja syarat yang harus diperhatikan wali nikah? &#8211; Menikah adalah momen sakral yang menandai babak baru dalam kehidupan. Untuk <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-yang-harus-diperhatikan-wali-nikah\/\" title=\"Syarat Penting Wali Nikah: Panduan Lengkap untuk Pernikahan yang Sah\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":496,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[76,20,427,238,366],"class_list":["post-497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pernikahan","tag-hukum-pernikahan","tag-pernikahan-islam","tag-persyaratan-wali-nikah","tag-syarat-pernikahan","tag-wali-nikah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=497"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3243,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions\/3243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}