{"id":3003,"date":"2025-06-19T22:19:20","date_gmt":"2025-06-19T13:19:20","guid":{"rendered":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/"},"modified":"2025-06-19T22:19:20","modified_gmt":"2025-06-19T13:19:20","slug":"apa-saja-syarat-syarat-perkawinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/","title":{"rendered":"Apa Saja Syarat Perkawinan di Indonesia?"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Apa saja syarat syarat perkawinan?<\/strong> &#8211; Momen sakral pernikahan, pertemuan dua jiwa yang ingin mengarungi bahtera rumah tangga bersama, tak luput dari aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Di Indonesia, aturan perkawinan diatur secara ketat dalam Undang-Undang Perkawinan, memastikan setiap pasangan yang ingin menikah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p> Memenuhi syarat-syarat ini bukan hanya formalitas belaka, tetapi merupakan pondasi kokoh untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan harmonis. <\/p>\n<p>Pernikahan bukan sekadar pesta meriah, tetapi sebuah komitmen suci yang membutuhkan kesiapan mental, spiritual, dan finansial.  Simak apa saja syarat-syarat perkawinan yang harus dipenuhi agar pernikahan Anda sah secara hukum dan mendapat restu dari Tuhan. <\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Persyaratan_Umum_Perkawinan\" >Persyaratan Umum Perkawinan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Syarat_Umum_Perkawinan_Apa_saja_syarat_syarat_perkawinan\" >Syarat Umum Perkawinan, Apa saja syarat syarat perkawinan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Contoh_Kasus_Pelanggaran_Syarat_Umum_Perkawinan\" >Contoh Kasus Pelanggaran Syarat Umum Perkawinan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Persyaratan_Usia_Perkawinan_Apa_Saja_Syarat_Syarat_Perkawinan\" >Persyaratan Usia Perkawinan: Apa Saja Syarat Syarat Perkawinan?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Usia_Minimal_Menikah\" >Usia Minimal Menikah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Perbandingan_Usia_Minimal_Menikah_di_Indonesia_dengan_Negara_Lain\" >Perbandingan Usia Minimal Menikah di Indonesia dengan Negara Lain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Dampak_Perbedaan_Usia_Minimal_Menikah_Terhadap_Hak-Hak_Perempuan\" >Dampak Perbedaan Usia Minimal Menikah Terhadap Hak-Hak Perempuan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Persyaratan_Lain_Perkawinan\" >Persyaratan Lain Perkawinan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Izin_Orang_Tua\" >Izin Orang Tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Contoh_Kasus\" >Contoh Kasus<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Ringkasan_Akhir\" >Ringkasan Akhir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/#Pertanyaan_yang_Kerap_Ditanyakan\" >Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_Umum_Perkawinan\"><\/span>Persyaratan Umum Perkawinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2999\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Materai-Dalam-Perjanjian-Syarat-Sah-Atau-Tidak_-16-768x768-6.png\" width=\"700\" height=\"700\" alt=\"Catatan pernikahan sipil syarat infografis mengurus\" title=\"Catatan pernikahan sipil syarat infografis mengurus\" srcset=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Materai-Dalam-Perjanjian-Syarat-Sah-Atau-Tidak_-16-768x768-6.png 700w, https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Materai-Dalam-Perjanjian-Syarat-Sah-Atau-Tidak_-16-768x768-6-60x60.png 60w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci dan sakral yang dijalin oleh dua insan yang berbeda untuk membentuk keluarga.  Di Indonesia, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.  Aturan ini memastikan bahwa pernikahan dilandasi dengan kesadaran, kesiapan, dan kesanggupan kedua belah pihak, serta tidak merugikan hak-hak dan kepentingan pihak lain.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan pernikahan yang sah dan berlandaskan hukum, terdapat persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh kedua calon mempelai. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Umum_Perkawinan_Apa_saja_syarat_syarat_perkawinan\"><\/span>Syarat Umum Perkawinan, Apa saja syarat syarat perkawinan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Syarat umum perkawinan merupakan syarat yang wajib dipenuhi oleh kedua calon mempelai agar pernikahan mereka sah secara hukum. Syarat ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan merupakan dasar utama untuk terwujudnya pernikahan yang diakui negara. <\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Syarat<\/th>\n<th>Jenis<\/th>\n<th>Sumber Hukum<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Calon mempelai telah mencapai umur minimal 19 (sembilan belas) tahun<\/td>\n<td>Syarat Usia<\/td>\n<td>Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Calon mempelai tidak terikat perkawinan dengan orang lain<\/td>\n<td>Syarat Status Perkawinan<\/td>\n<td>Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Calon mempelai bukan merupakan saudara kandung, saudara tiri, saudara seibu, atau saudara seayah<\/td>\n<td>Syarat Kekerabatan<\/td>\n<td>Pasal 6 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Calon mempelai memperoleh izin dari orang tua atau wali<\/td>\n<td>Syarat Persetujuan<\/td>\n<td>Pasal 8 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Calon mempelai telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara medis<\/td>\n<td>Syarat Kesehatan<\/td>\n<td>Pasal 8 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Pelanggaran_Syarat_Umum_Perkawinan\"><\/span>Contoh Kasus Pelanggaran Syarat Umum Perkawinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Misalnya, seorang pria berusia 17 tahun ingin menikah dengan wanita berusia 18 tahun. Pernikahan ini tidak dapat dilakukan karena pria tersebut belum mencapai umur minimal untuk menikah yang telah ditetapkan dalam UU. Pernikahan yang dilakukan tanpa memenuhi persyaratan umum akan dianggap tidak sah secara hukum dan dapat berakibat hukum, seperti pembatalan pernikahan atau gugatan.<\/p>\n<p>Anda juga berkesempatan memelajari dengan lebih rinci mengenai <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/pernikahan-itu-apa-sih\/'>Pernikahan itu apa sih?<\/a> untuk meningkatkan pemahaman di bidang Pernikahan itu apa sih?. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_Usia_Perkawinan_Apa_Saja_Syarat_Syarat_Perkawinan\"><\/span>Persyaratan Usia Perkawinan: Apa Saja Syarat Syarat Perkawinan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3000\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akta-Perkawinan-Pernikahan-Begini-Cara-Membuat-Proses-Syarat-dan-Mengurus.jpg\" width=\"700\" height=\"452\" alt=\"Apa saja syarat syarat perkawinan?\" title=\"\"><\/p>\n<p>Perkawinan merupakan sebuah ikatan suci yang diikat oleh hukum dan aturan yang berlaku di setiap negara. Di Indonesia, aturan tentang perkawinan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan adalah persyaratan usia.<\/p>\n<p>Batasan usia minimal untuk menikah diatur dengan tujuan untuk melindungi hak-hak dan kesejahteraan calon pengantin, terutama perempuan. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Usia_Minimal_Menikah\"><\/span>Usia Minimal Menikah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>UU Perkawinan menetapkan bahwa usia minimal untuk menikah bagi pria adalah 19 tahun dan bagi wanita adalah 16 tahun. Namun, ketentuan ini dapat dikecualikan dalam keadaan tertentu, seperti jika calon pengantin telah mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama. Dispensasi diberikan jika calon pengantin telah memenuhi persyaratan tertentu, seperti telah mencapai kematangan fisik dan psikis, serta mendapat persetujuan dari orang tua atau wali.<\/p>\n<p>Peroleh akses <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-nikah-ada-5-sebutkan\/'>Syarat nikah ada 5 sebutkan?<\/a> ke bahan spesial yang lainnya. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbandingan_Usia_Minimal_Menikah_di_Indonesia_dengan_Negara_Lain\"><\/span>Perbandingan Usia Minimal Menikah di Indonesia dengan Negara Lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut adalah perbandingan usia minimal menikah di Indonesia dengan beberapa negara lain: <\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Negara<\/th>\n<th>Usia Minimal Menikah Pria<\/th>\n<th>Usia Minimal Menikah Wanita<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Indonesia<\/td>\n<td>19 tahun<\/td>\n<td>16 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Amerika Serikat<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Inggris<\/td>\n<td>16 tahun<\/td>\n<td>16 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jepang<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<td>16 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Korea Selatan<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Perbedaan_Usia_Minimal_Menikah_Terhadap_Hak-Hak_Perempuan\"><\/span>Dampak Perbedaan Usia Minimal Menikah Terhadap Hak-Hak Perempuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan usia minimal menikah antara pria dan wanita di Indonesia telah menjadi topik perdebatan yang panjang. Beberapa pihak berpendapat bahwa ketentuan ini diskriminatif terhadap perempuan dan dapat berdampak negatif terhadap hak-hak mereka. Perempuan yang menikah di usia muda rentan terhadap berbagai masalah, seperti kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah, dan kurangnya kesempatan untuk mengembangkan diri.<\/p>\n<p>Mereka juga berisiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka dan perkembangan anak. <\/p>\n<p>Perlu dicatat bahwa usia minimal menikah hanyalah salah satu aspek dalam melindung hak-hak perempuan. Selain itu, faktor-faktor lain seperti pendidikan, ekonomi, dan budaya juga perlu diperhatikan. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberdayakan perempuan untuk dapat membuat keputusan yang tepat tentang pernikahan dan kehidupan mereka.<\/p>\n<p>Jangan terlewatkan menelusuri data terkini mengenai <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/berapa-usia-ideal-untuk-hamil\/'>Berapa usia ideal untuk hamil?<\/a>. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_Lain_Perkawinan\"><\/span>Persyaratan Lain Perkawinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3001\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/12250548Syarat-Nikah-6.jpg\" width=\"700\" height=\"519\" alt=\"Syarat kelahiran akta membuat saja apa opikini buat\" title=\"Syarat kelahiran akta membuat saja apa opikini buat\" \/><\/p>\n<p>Selain syarat umum dan usia, terdapat persyaratan lain yang perlu dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan yang sah secara hukum. Persyaratan ini dapat bervariasi tergantung pada budaya, agama, dan hukum yang berlaku di suatu wilayah. Salah satu syarat penting yang sering dijumpai adalah izin orang tua.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Izin_Orang_Tua\"><\/span>Izin Orang Tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di beberapa budaya dan negara, izin orang tua merupakan persyaratan penting untuk melangsungkan pernikahan, terutama bagi calon pengantin yang masih berusia muda.  Izin ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan persetujuan dari keluarga terhadap pernikahan tersebut. <\/p>\n<p>Prosedur dan persyaratan untuk mendapatkan izin orang tua untuk menikah dapat berbeda-beda. <\/p>\n<ul>\n<li>Dalam beberapa kasus, calon pengantin mungkin perlu bertemu dengan orang tua calon pasangan untuk meminta izin secara langsung. <\/li>\n<li>Di beberapa negara,  permohonan izin orang tua  harus diajukan secara tertulis dan dilampiri dokumen-dokumen yang diperlukan. <\/li>\n<li>Terdapat juga  aturan yang mengharuskan orang tua untuk memberikan persetujuan tertulis  di hadapan pejabat yang berwenang. <\/li>\n<\/ul>\n<p>Izin orang tua ini penting karena  dipercaya dapat  menjamin kelancaran pernikahan dan  mendukung  keharmonisan keluarga. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus\"><\/span>Contoh Kasus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebagai contoh, di negara A, seorang perempuan berusia 18 tahun ingin menikah dengan pria yang sudah dikenalnya selama beberapa tahun.  Namun, orang tua perempuan tersebut tidak menyetujui pernikahan tersebut karena mereka merasa pria tersebut tidak cocok untuk putrinya.  Dalam kasus ini, pernikahan tidak dapat dilangsungkan karena  persyaratan izin orang tua tidak terpenuhi.<\/p>\n<p>Implikasi dari tidak terpenuhinya syarat izin orang tua dapat berupa: <\/p>\n<ul>\n<li>Penolakan permohonan pernikahan oleh  pejabat yang berwenang. <\/li>\n<li>Penolakan dari keluarga calon pasangan. <\/li>\n<li>Konflik dan perselisihan antara calon pengantin dan keluarga. <\/li>\n<\/ul>\n<p>Oleh karena itu,  penting untuk memahami  persyaratan perkawinan di wilayah masing-masing, termasuk  persyaratan izin orang tua. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ringkasan_Akhir\"><\/span>Ringkasan Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3002\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/3-syarat-perkawinan-saksi-l.jpg\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Apa saja syarat syarat perkawinan?\" title=\"Nikah kua persyaratan berapa biaya saja apa syarat lengkap gampang\" \/><\/p>\n<p>Menikah adalah langkah besar yang penuh makna dan tanggung jawab.  Mengenal dan memahami syarat-syarat perkawinan bukan hanya untuk memenuhi persyaratan hukum, tetapi juga untuk memastikan bahwa pernikahan Anda dilandasi oleh kesiapan, kedewasaan, dan komitmen yang kuat.  Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam merencanakan pernikahan yang penuh berkah dan kebahagiaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_yang_Kerap_Ditanyakan\"><\/span>Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apakah syarat perkawinan berbeda bagi pria dan wanita?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, ada beberapa syarat yang berbeda, terutama terkait usia minimal menikah. <\/p>\n<p><strong>Bagaimana jika salah satu calon pengantin tidak memiliki orang tua?<\/strong><\/p>\n<p>Dalam hal ini,  dapat diwakilkan oleh wali yang ditunjuk oleh Pengadilan Agama. <\/p>\n<p><strong>Apa saja konsekuensi jika menikah tanpa memenuhi syarat?<\/strong><\/p>\n<p>Pernikahan dapat dinyatakan batal demi hukum dan berakibat pada ketidakjelasan status hukum anak yang dilahirkan. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja syarat syarat perkawinan? &#8211; Momen sakral pernikahan, pertemuan dua jiwa yang ingin mengarungi bahtera rumah tangga bersama, tak <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-saja-syarat-syarat-perkawinan\/\" title=\"Apa Saja Syarat Perkawinan di Indonesia?\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3002,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[1166,1167,2,921,93,244],"class_list":["post-3003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-keluarga","tag-izin-orang-tua","tag-perkawinan-sah","tag-pernikahan","tag-syarat-perkawinan","tag-usia-minimal-menikah","tag-uu-perkawinan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3795,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3003\/revisions\/3795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}