{"id":2361,"date":"2026-03-16T09:45:02","date_gmt":"2026-03-16T00:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/"},"modified":"2026-03-16T09:45:02","modified_gmt":"2026-03-16T00:45:02","slug":"apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/","title":{"rendered":"Siapa Sebutan untuk Orang yang Belum Menikah?"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?<\/strong> &#8211; Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa sebutan untuk orang yang belum menikah? Di dunia yang penuh dengan norma dan label, status pernikahan seringkali menjadi topik yang menarik untuk dibahas.  Entah itu &#8220;lajang&#8221;, &#8220;belum menikah&#8221;, atau bahkan &#8220;jomblo&#8221;, istilah-istilah ini menggambarkan  sebuah fase kehidupan yang unik dan penuh makna.<\/p>\n<p>Sebenarnya, sebutan untuk orang yang belum menikah beragam, bahkan di satu negara pun.  Di balik setiap sebutan, tersembunyi kisah tentang persepsi sosial, budaya, dan bahasa yang membentuk identitas seseorang.  Mari kita telusuri lebih dalam tentang istilah-istilah ini dan bagaimana mereka membentuk cara kita memandang diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Istilah_Umum\" >Istilah Umum<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Perbedaan_Istilah\" >Perbedaan Istilah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Perbedaan_Kultur_dan_Bahasa\" >Perbedaan Kultur dan Bahasa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Istilah_Unik_dalam_Budaya_Tertentu\" >Istilah Unik dalam Budaya Tertentu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Variasi_Istilah_dalam_Berbagai_Bahasa\" >Variasi Istilah dalam Berbagai Bahasa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Tabel_Istilah_untuk_Orang_yang_Tidak_Menikah_Apa_sebutan_untuk_orang_yang_tidak_menikah\" >Tabel Istilah untuk Orang yang Tidak Menikah, Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Aspek_Sosial_dan_Budaya_Apa_Sebutan_Untuk_Orang_Yang_Tidak_Menikah\" >Aspek Sosial dan Budaya: Apa Sebutan Untuk Orang Yang Tidak Menikah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Persepsi_Sosial_dan_Stigma\" >Persepsi Sosial dan Stigma<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Pengaruh_Istilah_terhadap_Citra_Diri\" >Pengaruh Istilah terhadap Citra Diri<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Simpulan_Akhir\" >Simpulan Akhir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/#Detail_FAQ\" >Detail FAQ<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Istilah_Umum\"><\/span>Istilah Umum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2357\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/orang-yang-paling-buruk-2-2.jpg\" width=\"700\" height=\"492\" alt=\"Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?\" title=\"\"><\/p>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk merujuk pada orang yang tidak menikah. Istilah-istilah ini memiliki nuansa dan konteks yang berbeda, mencerminkan berbagai perspektif dan pandangan tentang status perkawinan. <\/p>\n<p>Perbedaan yang paling menonjol adalah antara &#8220;lajang&#8221; dan &#8220;belum menikah&#8221;. Meskipun keduanya merujuk pada status tidak menikah, &#8220;lajang&#8221; sering kali dikaitkan dengan pilihan hidup untuk tidak menikah, sedangkan &#8220;belum menikah&#8221; lebih menekankan pada status saat ini, yang mungkin bisa berubah di masa depan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Istilah\"><\/span>Perbedaan Istilah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk memahami perbedaan yang lebih jelas, mari kita lihat tabel perbandingan berikut: <\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Istilah<\/th>\n<th>Definisi<\/th>\n<th>Konteks Penggunaan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Lajang<\/td>\n<td>Seseorang yang memilih untuk tidak menikah, baik karena alasan pribadi, filosofi hidup, atau pilihan karier.<\/td>\n<td>Umumnya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang secara aktif memilih untuk tidak menikah, baik karena alasan pribadi, filosofi hidup, atau pilihan karier. <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Belum Menikah<\/td>\n<td>Seseorang yang belum pernah menikah, atau mungkin pernah menikah tetapi saat ini tidak dalam ikatan pernikahan.<\/td>\n<td>Lebih menekankan pada status saat ini, dan bisa berubah di masa depan. <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jomblo<\/td>\n<td>Istilah informal yang sering digunakan untuk merujuk pada orang yang tidak menikah, terutama dalam konteks pergaulan dan percintaan.<\/td>\n<td>Istilah ini lebih santai dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan muda.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Single<\/td>\n<td>Istilah bahasa Inggris yang diadopsi ke dalam bahasa Indonesia, yang berarti &#8220;tunggal&#8221; atau &#8220;tidak menikah&#8221;.<\/td>\n<td>Sering digunakan dalam konteks modern dan internasional, terutama dalam konteks percintaan dan hubungan.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kultur_dan_Bahasa\"><\/span>Perbedaan Kultur dan Bahasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2358\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ide-kado-pernikahan-sahabat-yang-murah-dan-bermanfaat-gemapack-17.png\" width=\"700\" height=\"393\" alt=\"Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?\" title=\"\"><\/p>\n<p>Membicarakan orang yang tidak menikah, kita tak hanya membahas status sipil, tetapi juga memasuki ranah budaya dan bahasa. Di berbagai penjuru dunia, istilah untuk orang yang belum menikah menyimpan kekayaan makna yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan pandangan terhadap pernikahan dalam suatu masyarakat.<\/p>\n<p>Pahami bagaimana penyatuan <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/pernikahan-toxic-itu-seperti-apa\/'>Pernikahan Toxic itu seperti apa?<\/a> dapat memperbaiki efisiensi dan produktivitas. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Istilah_Unik_dalam_Budaya_Tertentu\"><\/span>Istilah Unik dalam Budaya Tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seiring dengan keberagaman budaya, istilah untuk orang yang tidak menikah pun beragam. Di beberapa budaya, istilah ini bisa memiliki nuansa positif, bahkan dianggap sebagai status yang terhormat. Contohnya, di beberapa suku di Indonesia, seperti suku Minangkabau, istilah &#8220;anak daro&#8221; (perempuan yang belum menikah)  memiliki makna yang positif, melambangkan kemurnian dan kebebasan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, di beberapa budaya lain, istilah untuk orang yang tidak menikah bisa diiringi stigma negatif, seperti &#8220;perawan tua&#8221; atau &#8220;jomblo&#8221; yang seringkali dikaitkan dengan kegagalan dalam menemukan pasangan. <\/p>\n<p>Jangan terlewatkan menelusuri data terkini mengenai <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/perintah-menikah-dalam-al-qur-an\/'>Perintah menikah dalam Al Qur an?<\/a>. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Variasi_Istilah_dalam_Berbagai_Bahasa\"><\/span>Variasi Istilah dalam Berbagai Bahasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan budaya dan nilai-nilai sosial tercermin dalam variasi istilah untuk orang yang tidak menikah di berbagai bahasa. Di bahasa Inggris, misalnya, istilah &#8220;single&#8221; atau &#8220;unmarried&#8221; digunakan untuk menggambarkan status seseorang yang belum menikah. Namun, di bahasa Spanyol, &#8220;soltero&#8221; (pria) dan &#8220;soltera&#8221; (wanita)  memiliki makna yang lebih luas,  mencakup  tidak hanya orang yang belum menikah, tetapi juga mereka yang bercerai atau duda\/janda.<\/p>\n<p>Peroleh insight langsung tentang efektivitas <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-arti-nikah-menurut-syariat-islam\/'>Apa arti nikah menurut syariat Islam?<\/a> melalui studi kasus. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Istilah_untuk_Orang_yang_Tidak_Menikah_Apa_sebutan_untuk_orang_yang_tidak_menikah\"><\/span>Tabel Istilah untuk Orang yang Tidak Menikah, Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Bahasa<\/th>\n<th>Istilah<\/th>\n<th>Contoh Kalimat<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Bahasa Indonesia<\/td>\n<td>Jomblo<\/td>\n<td>&#8220;Dia masih jomblo, tapi dia bahagia.&#8221;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bahasa Inggris<\/td>\n<td>Single<\/td>\n<td>&#8220;She is single and looking for love.&#8221;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bahasa Spanyol<\/td>\n<td>Soltero (pria), Soltera (wanita)<\/td>\n<td>&#8220;\u00c9l es soltero y est\u00e1 buscando una nueva oportunidad.&#8221;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bahasa Prancis<\/td>\n<td>C\u00e9libataire<\/td>\n<td>&#8220;Elle est c\u00e9libataire et ind\u00e9pendante.&#8221;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bahasa Jerman<\/td>\n<td>Ledig<\/td>\n<td>&#8220;Er ist ledig und sucht eine Frau.&#8221;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Sosial_dan_Budaya_Apa_Sebutan_Untuk_Orang_Yang_Tidak_Menikah\"><\/span>Aspek Sosial dan Budaya: Apa Sebutan Untuk Orang Yang Tidak Menikah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2359\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/PTKP-revisi-1-5.png\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?\" title=\"Lambung maag asam tukak penderita gerd gastritis sembuh dikonsumsi penyakit satelit ananda inyong edisi\" \/><\/p>\n<p>Status perkawinan, seperti halnya banyak aspek kehidupan lainnya, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana individu dipersepsikan dalam masyarakat. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak menikah, seperti &#8220;jomblo,&#8221; &#8220;lajang,&#8221; atau &#8220;single,&#8221; dapat memunculkan berbagai persepsi dan bahkan stigma sosial yang membentuk interaksi dan pengalaman individu dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persepsi_Sosial_dan_Stigma\"><\/span>Persepsi Sosial dan Stigma<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di banyak budaya, status perkawinan sering dikaitkan dengan kematangan, kesiapan, dan kestabilan. Orang yang menikah sering dianggap lebih dewasa, bertanggung jawab, dan memiliki kehidupan yang lebih terstruktur. Sebaliknya, orang yang tidak menikah, terutama di usia tertentu, mungkin menghadapi stereotip negatif seperti kurangnya kematangan, ketidakmampuan untuk berkomitmen, atau bahkan kesepian.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Istilah_terhadap_Citra_Diri\"><\/span>Pengaruh Istilah terhadap Citra Diri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak menikah dapat memengaruhi citra diri dan kepercayaan diri mereka. Penggunaan istilah-istilah yang merendahkan atau menyiratkan kekurangan dapat memicu rasa rendah diri dan ketidakamanan. Sebaliknya, istilah-istilah yang lebih netral dan positif dapat membantu individu merasa lebih nyaman dan diterima dalam status mereka.<\/p>\n<blockquote>\n<p>Istilah &#8220;jomblo&#8221; sering digunakan sebagai bahan humor, namun bisa menjadi bentuk stigma yang merendahkan. Istilah ini dapat menyiratkan bahwa orang yang tidak menikah tidak lengkap atau tidak bahagia.\n<\/p>\n<\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Simpulan_Akhir\"><\/span>Simpulan Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2360\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Tujuan-Pernikahan-Nikah-Menikah-Terbaik-Termudah-Baik-Mudah-Sempurna-16.jpg\" width=\"700\" height=\"700\" alt=\"Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah?\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Tujuan-Pernikahan-Nikah-Menikah-Terbaik-Termudah-Baik-Mudah-Sempurna-16.jpg 700w, https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Tujuan-Pernikahan-Nikah-Menikah-Terbaik-Termudah-Baik-Mudah-Sempurna-16-60x60.jpg 60w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Status pernikahan, terlepas dari sebutan yang melekat padanya, tidak seharusnya menjadi penentu nilai diri.  Setiap individu memiliki perjalanan hidup yang unik, dan memilih untuk menikah atau tidak adalah hak pribadi yang patut dihormati.  Yang penting adalah bagaimana kita menghargai diri sendiri dan orang lain, terlepas dari status perkawinannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Detail_FAQ\"><\/span>Detail FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apakah istilah &#8220;lajang&#8221; dan &#8220;belum menikah&#8221; sama?<\/strong><\/p>\n<p>Tidak selalu. &#8220;Lajang&#8221; biasanya mengacu pada seseorang yang belum pernah menikah, sedangkan &#8220;belum menikah&#8221; bisa merujuk pada seseorang yang pernah menikah tetapi saat ini tidak menikah. <\/p>\n<p><strong>Apakah ada sebutan lain untuk orang yang tidak menikah selain &#8220;jomblo&#8221;?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, di beberapa budaya ada istilah unik seperti &#8220;single&#8221;, &#8220;unmarried&#8221;, &#8220;unattached&#8221;, atau &#8220;free spirit&#8221;. <\/p>\n<p><strong>Apakah istilah untuk orang yang tidak menikah selalu negatif?<\/strong><\/p>\n<p>Tidak, istilah ini bisa netral, positif, atau bahkan lucu, tergantung pada konteksnya. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa sebutan untuk orang yang tidak menikah? &#8211; Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa sebutan untuk orang yang belum menikah? Di dunia <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/apa-sebutan-untuk-orang-yang-tidak-menikah\/\" title=\"Siapa Sebutan untuk Orang yang Belum Menikah?\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2360,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1012,1011,190,205,203,1010,334,204,842],"class_list":["post-2361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hubungan","tag-bahasa","tag-belum-menikah","tag-budaya","tag-jomblo","tag-lajang","tag-orang-tidak-menikah","tag-persepsi-sosial","tag-single","tag-status-pernikahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3655,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2361\/revisions\/3655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}