{"id":1564,"date":"2025-12-18T19:36:25","date_gmt":"2025-12-18T10:36:25","guid":{"rendered":"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/"},"modified":"2025-12-18T19:36:25","modified_gmt":"2025-12-18T10:36:25","slug":"syarat-sah-menikah-bagi-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/","title":{"rendered":"Syarat Sah Menikah bagi Wanita di Indonesia: Usia, Persetujuan, dan Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Syarat sah menikah bagi wanita?<\/strong> &#8211; Momen pernikahan adalah langkah besar dalam hidup setiap wanita. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, penting untuk memahami syarat-syarat yang harus dipenuhi agar pernikahan sah secara hukum. Di Indonesia, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh wanita, mulai dari usia minimum hingga kondisi kesehatan dan kejiwaan.<\/p>\n<p>Mengapa syarat-syarat ini begitu penting? Karena pernikahan adalah ikatan suci yang harus dilandasi oleh kesiapan dan kesanggupan baik secara fisik maupun mental. <\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas secara detail mengenai syarat sah menikah bagi wanita di Indonesia, meliputi persyaratan usia dan status perkawinan, persetujuan dan kesengajaan, serta kesehatan dan kejiwaan.  Mari kita telusuri bersama dan pahami pentingnya setiap syarat ini dalam membangun pernikahan yang kokoh dan bahagia.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_75 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Syarat_Sah_Menikah_bagi_Wanita_Syarat_Sah_Menikah_Bagi_Wanita\" >Syarat Sah Menikah bagi Wanita: Syarat Sah Menikah Bagi Wanita?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Syarat_Usia_Syarat_sah_menikah_bagi_wanita\" >Syarat Usia, Syarat sah menikah bagi wanita?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Perbandingan_Usia_Minimum_Menikah_di_Beberapa_Negara\" >Perbandingan Usia Minimum Menikah di Beberapa Negara<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Status_Perkawinan\" >Status Perkawinan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Syarat_Persetujuan_dan_Kesengajaan\" >Syarat Persetujuan dan Kesengajaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Persetujuan_dan_Kesengajaan_dalam_Pernikahan\" >Persetujuan dan Kesengajaan dalam Pernikahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Contoh_Kasus_Uji_Persetujuan_dan_Kesengajaan\" >Contoh Kasus Uji Persetujuan dan Kesengajaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Proses_Hukum_Pelanggaran_Persetujuan_dan_Kesengajaan\" >Proses Hukum Pelanggaran Persetujuan dan Kesengajaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Syarat_Kesehatan_dan_Kejiwaan\" >Syarat Kesehatan dan Kejiwaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Persyaratan_Kesehatan_dan_Kejiwaan\" >Persyaratan Kesehatan dan Kejiwaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Kondisi_Kesehatan_yang_Dapat_Menjadi_Hambatan\" >Kondisi Kesehatan yang Dapat Menjadi Hambatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Cara_Memenuhi_dan_Memverifikasi_Persyaratan\" >Cara Memenuhi dan Memverifikasi Persyaratan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/#FAQ_Terpadu\" >FAQ Terpadu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Sah_Menikah_bagi_Wanita_Syarat_Sah_Menikah_Bagi_Wanita\"><\/span>Syarat Sah Menikah bagi Wanita: Syarat Sah Menikah Bagi Wanita?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1560\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/12250548Syarat-Nikah-4.jpg\" width=\"700\" height=\"519\" alt=\"Nikah rukun syarat sah agama bridestory\" title=\"Nikah rukun syarat sah agama bridestory\" \/><\/p>\n<p>Menikah adalah momen sakral yang menandai awal babak baru dalam hidup seseorang. Di Indonesia, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Bagi wanita, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar pernikahannya sah di mata hukum. Salah satu syarat yang paling penting adalah usia dan status perkawinan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Usia_Syarat_sah_menikah_bagi_wanita\"><\/span>Syarat Usia, Syarat sah menikah bagi wanita?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di Indonesia, usia minimum untuk menikah bagi wanita adalah 16 tahun. Namun,  persyaratan ini tidak berlaku mutlak. Jika wanita tersebut sudah mendapat izin dari orang tua atau wali, maka ia dapat menikah sebelum usia 16 tahun. Hal ini diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbandingan_Usia_Minimum_Menikah_di_Beberapa_Negara\"><\/span>Perbandingan Usia Minimum Menikah di Beberapa Negara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Berikut adalah perbandingan usia minimum menikah bagi wanita di beberapa negara: <\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Negara<\/th>\n<th>Usia Minimum<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Indonesia<\/td>\n<td>16 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Malaysia<\/td>\n<td>18 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Singapura<\/td>\n<td>21 tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Amerika Serikat<\/td>\n<td>18 tahun (bervariasi antar negara bagian)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Perbedaan usia minimum menikah di berbagai negara menunjukkan bahwa norma dan budaya setempat berperan penting dalam menentukan batasan usia pernikahan. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Status_Perkawinan\"><\/span>Status Perkawinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Status perkawinan yang sah menurut hukum di Indonesia adalah: <\/p>\n<ul>\n<li>Belum pernah menikah <\/li>\n<li>Janda <\/li>\n<li>Cerai hidup <\/li>\n<\/ul>\n<p>Wanita yang sudah pernah menikah dan ingin menikah lagi harus memastikan bahwa pernikahan sebelumnya telah sah dan diakui oleh hukum. Jika pernikahan sebelumnya tidak sah, maka pernikahan kedua tidak akan sah pula. <\/p>\n<p>Peroleh insight langsung tentang efektivitas <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/batas-menikah-di-islam\/'>Batas menikah di Islam?<\/a> melalui studi kasus. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Persetujuan_dan_Kesengajaan\"><\/span>Syarat Persetujuan dan Kesengajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1561\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/intro-pic-saharul-ridzwan-03_39_037275-1024x880-9.jpg\" width=\"700\" height=\"601\" alt=\"Syarat sah menikah bagi wanita?\" title=\"Nikah wali urutan rukun syarat islam tertib ilustrasi wisatanabawi sah agama\" \/><\/p>\n<p>Pernikahan adalah ikatan suci yang didasari atas kesepakatan dan kesediaan dua insan untuk membangun rumah tangga bersama. Dalam konteks ini, persetujuan dan kesengajaan memegang peran penting, khususnya bagi wanita. <\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persetujuan_dan_Kesengajaan_dalam_Pernikahan\"><\/span>Persetujuan dan Kesengajaan dalam Pernikahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Persetujuan dan kesengajaan dalam pernikahan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.  Artinya, baik calon suami maupun calon istri harus menyatakan dengan tegas dan sadar bahwa mereka ingin menikah dengan pasangannya.  Persetujuan dan kesengajaan ini haruslah bebas dari paksaan, tekanan, atau pengaruh pihak lain.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Uji_Persetujuan_dan_Kesengajaan\"><\/span>Contoh Kasus Uji Persetujuan dan Kesengajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bayangkanlah seorang wanita dipaksa menikah dengan pria yang tidak dikenalnya oleh keluarganya. Wanita tersebut tidak memiliki pilihan lain dan merasa terpaksa untuk menuruti keinginan keluarganya. Dalam kasus ini, meskipun pernikahan tersebut terjadi, namun tidak dapat dikatakan sah karena tidak dipenuhi syarat persetujuan dan kesengajaan.<\/p>\n<p>Lihat <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/usia-menikah-termuda\/'>Usia menikah termuda?<\/a> untuk memeriksa review lengkap dan testimoni dari pengguna. <\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Hukum_Pelanggaran_Persetujuan_dan_Kesengajaan\"><\/span>Proses Hukum Pelanggaran Persetujuan dan Kesengajaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika terjadi pelanggaran terhadap persyaratan persetujuan dan kesengajaan dalam pernikahan, maka pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan pembatalan pernikahan ke pengadilan. <\/p>\n<p>Untuk pemaparan dalam tema berbeda seperti Resiko menikah di usia muda?, silakan mengakses <a href='https:\/\/undang.cc\/blog\/resiko-menikah-di-usia-muda\/'>Resiko menikah di usia muda?<\/a> yang tersedia. <\/p>\n<ul>\n<li>Pengadilan akan menyelidiki kasus tersebut dan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak.<\/li>\n<li>Jika pengadilan menemukan bukti bahwa pernikahan tersebut tidak didasari atas persetujuan dan kesengajaan, maka pernikahan tersebut dapat dibatalkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Kesehatan_dan_Kejiwaan\"><\/span>Syarat Kesehatan dan Kejiwaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1562\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-dan-Syarat-Sah-Nikah-1.png\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Pernikahan ketentuan parasayu saja\" title=\"Pernikahan ketentuan parasayu saja\" \/><\/p>\n<p>Memasuki jenjang pernikahan adalah langkah besar dalam hidup, yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang.  Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi adalah kesehatan dan kejiwaan.  Kesehatan dan kejiwaan yang baik menjadi pondasi bagi kehidupan pernikahan yang bahagia dan harmonis.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_Kesehatan_dan_Kejiwaan\"><\/span>Persyaratan Kesehatan dan Kejiwaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kesehatan dan kejiwaan menjadi aspek penting dalam pernikahan.  Pasangan yang sehat secara fisik dan mental memiliki peluang lebih besar untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.  Oleh karena itu, penting bagi calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.<\/p>\n<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kondisi_Kesehatan_yang_Dapat_Menjadi_Hambatan\"><\/span>Kondisi Kesehatan yang Dapat Menjadi Hambatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beberapa kondisi kesehatan dapat menjadi hambatan dalam pernikahan, terutama jika berpotensi memengaruhi kemampuan calon pengantin untuk menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai suami\/istri.  Berikut beberapa contoh kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan: <\/p>\n<ul>\n<li>Penyakit menular seksual (PMS): PMS dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat memengaruhi kesehatan reproduksi serta kehamilan.  Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes PMS sebelum menikah. <\/li>\n<li>Penyakit kronis: Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup.  Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui risiko dan penanganan yang tepat. <\/li>\n<li>Gangguan mental: Gangguan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan kemampuan untuk membangun keluarga.  Penting untuk mencari bantuan profesional jika mengalami gangguan mental. <\/li>\n<li>Ketergantungan obat: Ketergantungan obat dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta mengganggu hubungan interpersonal.  Penting untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasi ketergantungan obat. <\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Memenuhi_dan_Memverifikasi_Persyaratan\"><\/span>Cara Memenuhi dan Memverifikasi Persyaratan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Untuk memastikan calon pengantin memenuhi persyaratan kesehatan dan kejiwaan, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan: <\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap di rumah sakit atau klinik terpercaya. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya. <\/li>\n<li>Melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk menilai kesehatan mental. Konsultasi ini dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan mental dan mendapatkan penanganan yang tepat. <\/li>\n<li>Memperoleh surat keterangan sehat dari dokter. Surat keterangan sehat ini dapat menjadi bukti bahwa calon pengantin dalam kondisi sehat dan siap untuk menikah. <\/li>\n<li>Memperoleh surat keterangan sehat jiwa dari psikolog atau psikiater. Surat keterangan ini dapat menjadi bukti bahwa calon pengantin dalam kondisi mental yang sehat dan siap untuk menikah. <\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1563\" src=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Syarat-menikah-untuk-wanita-scaled-1.jpeg\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Syarat sah menikah bagi wanita?\" title=\"Nikah kua syarat alur tata biaya begini\" \/><\/p>\n<p>Menikah adalah sebuah keputusan besar yang membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.  Memahami syarat-syarat sah menikah bagi wanita di Indonesia sangat penting untuk memastikan pernikahan yang sah dan berlandaskan hukum.  Semoga informasi ini dapat membantu calon pengantin wanita untuk mempersiapkan diri dan melangkah dengan penuh keyakinan menuju jenjang pernikahan yang penuh kebahagiaan.<\/p>\n<p>Ingat, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang komitmen dan tanggung jawab yang harus dipikul bersama. <\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ_Terpadu\"><\/span>FAQ Terpadu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apakah wanita yang sudah menikah dapat menikah lagi?<\/strong><\/p>\n<p>Tidak, di Indonesia poligami hanya diperbolehkan bagi pria dengan syarat tertentu. Wanita yang sudah menikah tidak dapat menikah lagi sebelum perkawinan sebelumnya diceraikan secara sah. <\/p>\n<p><strong>Apakah wanita yang hamil dapat menikah?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, wanita yang hamil dapat menikah, namun pernikahan tersebut harus didasarkan pada persetujuan dan kesengajaan yang sah. <\/p>\n<p><strong>Bagaimana jika syarat kesehatan dan kejiwaan tidak terpenuhi?<\/strong><\/p>\n<p>Jika syarat kesehatan dan kejiwaan tidak terpenuhi, pernikahan dapat dibatalkan melalui proses hukum. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syarat sah menikah bagi wanita? &#8211; Momen pernikahan adalah langkah besar dalam hidup setiap wanita. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/undang.cc\/blog\/syarat-sah-menikah-bagi-wanita\/\" title=\"Syarat Sah Menikah bagi Wanita di Indonesia: Usia, Persetujuan, dan Kesehatan\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1563,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[76,779,596,71,172],"class_list":["post-1564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-keluarga","tag-hukum-pernikahan","tag-kesehatan-pernikahan","tag-pernikahan-wanita","tag-syarat-menikah","tag-usia-menikah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1564"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3480,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1564\/revisions\/3480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/undang.cc\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}